Proses perkembangan seni berceramah berlangsung mulai abad ke-10 hingga abad ke-12
Ceramah lekat dengan tradisi Islam. Dan, kegiatan berceramah ini bermula dari pemikiran kaum tradisionalis. Dengan pemahaman tentang agama, mereka berupaya untuk menyampaikan dan menularkannya kepada orang lain, terutama kepada para muridnya.
Secara umum, seni berceramah yang berkembang di dunia Islam terbagi dalam dua jenis, yaitu khotbah dan wa'zh. Khotbah dilakukan oleh seorang khatib pada hari Jumat. Sang khatib yang dipilih khalifah umumnya berdiri di atas mimbar.
Sedangkan, wa'zh disampaikan oleh seorang ulama yang otonom, yaitu seorang ahli hukum Islam atau fakih, sufi, penghafal Alquran, atau seorang ahli hadis. Dengan demikian, wa'izh atau orang yang melakukan wa'zh tak diangkat oleh penguasa layaknya seorang khatib.
Wa'zh disampaikan dalam sebuah masjid, surau, ataupun madrasah. Selain berisi tentang pengetahuan agama, wa'zh juga berisi nasihat ataupun teguran terhadap pejabat pemerintah. Nasihat atau teguran itu disampaikan secara terbuka di hadapan massa.
Khotbah atau wa'zh merupakan bagian dari bentuk ceramah yang paling penting. Selain kedua hal itu, ada pula yang disebut dengan qashash (kisah) dan tazkir (peringatan). Menurut kebiasaan, qashash atau ceramah umum disampaikan di jalan-jalan perkotaan.
Kirim kirim ke Facebook



RSS Feed (xml)
